MATSA

Rahasia Sukses Nabi Ibrahim As.

 

(Bangun Limas Segitiga dalam Kesuksesan Nabi Ibrahim As)

By
: Yusron Hasan Mansur

Kita semua sudah
memahami bahwa di antara dua puluh lima Rosul yang diutus oleh oleh Allah SWT
itu ada salah satu Nabi yang selalu disebut oleh Umat Islam ketika Sholat Fardlu
Yaitu : Nabi Ibrahim AS, mungkin kita bertanya-tanya, ada apa di balik
penyebutan Nabi Ibrahim AS tersebut? Nabi Ibrahim merupakan salah satu Nabi
yang banyak mengalami peristiwa fenomenal dan monumental yang  dikenang oleh umat Islam sepanjang zaman, tahukah
kita apa saja kisah monumental yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS? Lalu apa
rahasia dibalik kesuksesan Nabi Ibrahim AS dalam menjalani peritiwa tersebbut?
dan apa teladan yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim AS ? marilah kita
bahas satu-persatu,

Setidaknya ada tiga peristiwa monumental
keberhasilan yang bisa kita teladani dari kisah yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS
dalam melaksanakan perintah Allah SWT yaitu :

1.  Melaksanakan
Qurban ( menyembelih putranya yang bernama Nabi Ismail AS )

Dalam
suatu riwayat dicritakan bahwa Nabi Ibrahim AS. brmimpi agar melaksanakan
nadzarya yaitu menyembelih Putra Beliau yang bernama Ismail, semula Beliau
mengaggap bahwa mmpi tersebut hayalah tipudaya setan akan tetapi setelah mimpi
tersebut teradi berulag sampai tujuh hari berturut-turut maka Beliaupu percaya
akan kebenaran mimpi trsbut.

Setelah
yakin akan kbearan mimpinya Nabi Ibrahim-pun akhirya melaksanakan perintah
tersebut sekalipun akhirnya Nabi Ismail AS tidak jadi disembelih dan diganti
oleh Allah SWT dengan seekor domba yang di bawa oleh Malaikat Jibril dari
langit yang meurut sebagian riwayat adalah domba pegorbanan Habil Putra Nabi
Adam AS. Kisah tersbut ditrangkan dalam Al-Qur’a Surat Ash-Shooffat ayat : 102
s.d 111
.

2.  Keberhasilan
membuat sebuah peradaban baru

Ketika
Nabi Ismail masih bayi, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT agar
hijrah dengan membuka kota baru yaitu Makkah.Nabi Ibrahim-pun membawa Istriya
yang berama Hajar dan putranya yang bernama Ismail berhijrah dari Palestina ke
Makkah yang dalam keadaan masih gersang dan belum berpenghui. Setelah sampai di
Makkah Nabi Ibrahim kembali ke Palestiana untuk berdakwah dan meninggal anak
dan istrinya mentap di Makkah.

Setelah
beberapa tahun di Palestina kemudian Nab Ibrahim AS menetap di Makkah bersama
Istri dan Anaknya dan Beliau mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk membangun
ka’bah yang tetap ada hingga zaman sekarang ini.,kisah ini disebutkan dalam
firman Allah SWT  Surat Al-Baqoroh ayat
:35 s.d 37

3.    3.    
Keberhasilan mendidik Anak dan
semua keturunannya

Hampir
semua keturunan Nabi Ibrahim AS menjadi seorang Nabi dan Rosul di antaranya
adalah : Nabi Ismail AS, Nabi Ishaq As, Nabi Ya’kub AS, Nabi Yusuf AS dan  termasuk juga Nabi Besar Muhammad SAW

Tentunya
ke-tiga keberhasilan tidak bisa terjadi secara instan dan secara kebetulan,
semua itu membutuhkan perjuangan yang luar biasa, selain semua terjadi atas
pertolongan Allah SWT secara syariat ada sebuah rahasia di balik keberhasilan
Nabi Ibrahim AS untuk mencapai ketiganya, yaitu :

a.      
Melaksanakan Perintah Allah
SWT berupa Qurban beliau didukung oleh seorang istri yang luar biasa bernama
Siti Hajar yang memposisikan dirinya sebagai istri dan Ibu dari Nabi Ismail AS yang
ketiganya langsung terhubung kepada Allah SWT.

b.     
Tak ada satupun Ibu yang rela
anaknya dijadikan sebagai kurban, namun seba
gai seorang Ibu dari Ismail dan
sekal
igus istri dari
Nabi Ibrahim AS. Siti Hajar tahu bahwa semua itu adalah perintah Allah SWT maka
belaupun merelakan kalau anaknya tercnta yan bernama Ismal harus dikorbankan.ini
terjadi karena kuatnya keimanan yan ada pada Sti hajar,

c.      
Membuat peradaban baru  beliaupun didukung oleh istri  yang selalu setia dan tulus untuk berpindah
dari Negeri Palestina yang makmur ke tempat baru yang belum ada tanaman ataupun
makanan sama sekali.

d.     
Mendidik Putranya  menjadi Nabi 
Beliau didukung oleh istri beliau dan juga berkedudukan sebagai Ibu dari
Putra Beliau yang selalu tulus mendidik anaknya dan mendo’akannya.

 

Dari ke-semua itu
dapat kita ambil beberapa kesimpulan bahwa :

1.       
Keberhasilan seseorang selalu
didukung oleh perjuangan orang lain dan ke-dua pihak harus terhubung langsung
kepada Allah SWT

2.       
Seorang suami tidak akan
berhasil dalam perjuangannya tanpa dukungan seorang istri, maka disebutkan
dalam sebuah ungkapan “di balik keberhasilan seseorang maka berdiri tegak
seorang Istri yang tangguh

Kita bisa melihat
bagaimana kegagalan Nabi Nuh AS dan Nabi Luth AS dalam berdakwah dan mendidik
putranya, semua itu terjadi karena tidak adanya dukungan dari seseorang yang
harus terhubung kepada Allah SWT yaitu seseorang Istri

3.       
Seorang anak tidak akan bisa
berhasil tanpa dukungan seorang Ibu “di balik keberhasilan seorang anak
berdiri tegak di belakangnya seorang ibu yang sangat tangguh
“.

Seorang anak tidak
akan bisa berhasil tanpa restu dari orang Tua khususnya dari seorang Ibu,
keberhasilan anak adalah merupakan keberhasilan orang Tua khususnya Ibu yang
senantiasa selalu mendo’akannya setiap saat.begitu hebatnya seorang Ibu sampai
Rosulullah bersabda :

الجنة تحت
أقدام الأمهات
   

Artinya : Surga itu
berada di bawah telapak kaki para Ibu

Dalam
dunia pendidikan  keberhasilan akan
tercapai apabila semua steakholder saling bekerja sama dan terhubung langsung
kepada Allah SWT
,
meliputi :

1.       
Pendidik ( Guru ) : Dia harus mengajar
dan mendidik secara tulus,mempunyai hubungan langsung kepada Anak didik dengan
rasa kasih sayang, harus terhubung dengan wali murid dengan saling mengeal dan
interaksi yang baik, selain itu dia juga harus terhubung kepada Allah SWT
dengan banyak mendo’akan siswa-siwinya agar menjadi anak yang sholeh dan
sholehah

2.       
Wali Murid : terhubung langsung
dengan anaknya dengan membiayai dari nafkah yang halal, terhubung dengan guru dengan
baik dan saling mengenal untuk menghindari kesalahfahaman, selain itu  wali murid juga harus terhubung langsung
kepada Allah SWT dengan banyak mendo’akan putra-putrinya.

3.       
Siswa : terhubung dengan orang
tuanya sebagai anak dengan banyak berbhakti dan menuruti perintahnya selama di
rumah atau di manapun, terhubung dengan Guru sebagai pendidik dengan cara
memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh Guru ketika di sekolah dan
mempelajarinya kembali ketika di Rumah, selain itu siswa juga harus terhubung
langsung kepada Allah SWT dengan banyak berdo’a demi keberhasilannya.

Bila semua komponen
telah terhubung dengan baik maka akan terbentuklah sebuah segitiga, dan ketika
semua sudut sudah terhubung ke atas maka, akan terbentuklah sebuah limas
segitiga yang merupakan bangun ruang yang sangat istimewa, begitu pula ketika
ketiga komponen yang telah terhubung bisa terhubung semuanya kepada Allah SWT.
maka, Insya Allah akan dicapai sebuah kesuksesan yang luar biasa.

                             

Wassalam.