MATSA

HARI GURU NASIONAL

GURUKU PAHLAWANKU
By: Nuriyatur Rohilah (wakil ketua OSIS)

Guru, adalah sosok manusia yang mendapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Dedikasinya dalam mendidik Siswa-siswinya tak dapat dibalas dengan hal berharga apapun di dunia ini. Keihklasan mereka dalam mendidik dan membimbing siswa-siswinya tak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Allah menjadikan mereka sebagai wakil yang mengisi ruh kami dengan ilmu pengetahuan, mereka adalah malaikat dan orang tua bagi kami. Jerih payah mereka tercatat sebagai amal jariyah dan menjadikan mereka tetap hidup dalam sanubari kami karena ilmu pengetahuan yang diberikan kepada kami akan terus mengalir hingga hari akhir nanti. Maka, sangatlah layak jika guru memiliki hari untuk diperingati. Dan pada tanggal 25 November itulah diresmikan sebagai Hari Guru Nasional, sebuah simbol untuk menghormati jasa guru yang menjadi sosok pencipta manusia yang berpengetahuan.

Pada 25 November 2018 lalu, kami selaku pengurus OSIS baru di MTs Salafiyah Siman disibukkan dengan acara Hari Guru tersebut. Kami bekerja sama dengan seluruh guru dalam peringatan hari istimewa mereka. Sederhana saja, kami mengadakan Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional, dan dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami meminta guru-guru kami untuk menjadi petugas upacara, mulai dari komandan, pengibar bendera, MC dan lain-lain. Setelah semua kami persiapkan, alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan unik.  

Usai Upacara, kami mempersembahkan sebuah tumpeng besar untuk para guru tercinta. Tumpeng kami serahkan kepada Ibu Kepala Madrasah, hingga tak terasa air mata kami pun berjatuhan menahan haru mengenang dedikasi para guru untuk kami. Ibu Kepala Madrasah memeluk kami satu persatu dihiasi isak tangis yang menderu, kami ingat semua kenakalan kami saat di kelas yang mungkin membuat hati guru kami kecewa, dan tentu itu adalah kesalahan terbesar dari kami yang tak layak untuk dimaafkan. 

Dramatisasi saat penyerahan tumpeng telah selasai, kini tiba waktunya kami beralih pada acara selanjutnya yakni pentas seni. Pentas seni ini digelar sebagai ajang kreatifitas siswa sesuai bakat mereka. Setiap kelas telah mendelegasikan anggota kelasnya untuk tampil dan berkreasi sebaik mungkin di atas panggung. Ada yang menampilkan puisi berantai, teater, karaoke dan banjari. Bahkan dari beberapa guru pun ada yang menyumbangkan suara emasnya untuk menghibur siswa-siswinya, serentak para siswa bersorak dan gembira melihat penampilan para guru yang unik tersebut.

KEDATANGAN TAMU ASING


Saat acara pentas seni sedang berlangsung, tiba-tiba kami dikejutkan oleh sosok wanita asing yang tak tahu dari negara mana dia berasal. Dia dikawal oleh guru Bahasa Inggris kami (ibu Siti Mufarrohah) kemudian diajak masuk ke area pentas dan naik ke panggung untuk menyapa kami. Yach, sesaat seperti acara talk show yang ada di TV, namun sayangnya ini tidak live, hehehehe. Ibu Siti memfasilitasi kami untuk tanya jawab dengan wanita asing tersebut. Bu Siti menjadi Translator kami saat berdialog dengan wanita asing tersebut. Dan satu persatu dari kami melakukan tanya jawab secara bergantian, dan tentunya dengan menggunakan bahasa inggris dasar seperti ” Hi Miss, What is your name”, “where do you come from” dan lain-lain, dengan rasa deg-degan kami mencoba dialog dengan bule asal Jerman tersebut yang ternyata bernama Katrin (lupa nama lengkapnya). Ketika kami bertanya tujuan kedatangannya ke Indonesia khususnya ke Siman untuk apa, dia menjelaskan bahwa kedatangannya adalah untuk melakukan penelitian budaya. Dia menguasai 5 bahasa lo guys, wih keren banget, bisa menjadi inspirasi bagi kami semua untuk tetap semangat belajar.



Acara Talkshow dadakan usai guys, karena Miss Katrin akan pindah ke tempat lain untuk memenuhi penelitiannya. Namun sebelum dia beranjak pergi, kami berebut ingin foto bareng sama Miss Katrin. Maklum guys kami tidak pernah lihat bule secara langsung, jadi, kami kira ini moment yang tepat untuk foto sepuasnya bersama orang asing. 

Duh, tak sia-sia perjuangan kami dalam menyelenggarakan acara peringatan hari guru kali ini. Kami puas dengan acara pentas seninya dan juga didatangi oleh orang asing yang mengajari kami pentingnya belajar dan memiliki banyak ilmu pengetahuan, sehingga bisa keliling dunia seperti Miss Katrin. Itulah motivasi yang diberikan oleh Miss Katrin kepada siswa-siswi MTs Salafiyah Siman.